Profil Sugiyo bin Rasyidin, M.Kom
Pengawas PTIC
![]()
Lahir di Demak pada 31 Januari 1964 di lingkungan keluarga tani. Hidup sebagai Anugrah dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk disyukuri. Bersyukur dilahirkan di kampung Duri yang belakangan diberi nama Widuri desa Gebangsari Kecamatan Genuk Kabupaten Demak.
Menamatkan dari Sekolah Dasar Negeri 1 Gebangsari pada tahun 1975. Karena alasan jauh dari sekolah dan alasan ekonomi selama 5 tahun berhenti tidak bersekolah tetapi membantu orang tua bertani untuk menopang kehidupan keluarga. Karena kehidupan pada saat itu sangat sulit dan jauh dari sekolah menengah pertama.
Pada tahun 1980 mendapat restu untuk ikut tes masuk SMP Negeri Genuk dan lulus seleksi pada tahun itu. Menjadi siswa kelas 1 SMP dengan umur yang paling tua dengan badan paling besar. Semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik menjadikan tetap tekun dalam kerja dan belajar. Pagi dilalui waktunya di sekolah dengan berbagai aktivitas nya, sore dijalani dengan mencari rumput utk memenuhi bakti kepada orang tua. Malam hari dijalani dengan memohon kepada Allah untuk diberikan jalan terbaik dalam meraih keberhasilan. Tiga tahun berlalu sudah akhirnya tahun 1983 tibalah pengumuman kelulusan. Bahagia rasanya walau tidak didampingi orangtua meraih jarih payahnya sehingga mendapatkan prestasi ranking kedua paralel dari tiga kelas pada tahun 1983
Pada tahun yang sama melanjutkan ke SMA PGRI 4 Semarang yang pada waktu itu masih satu gedung dengan SMA Negeri 3 Semarang di Jalan Pemuda 148. Moto kehidupan bersama kesulitan ada kemudahan menjadikan semangat untuk tetap berprestasi. Sekolah swasta bukan halangan untuk meraih sukses dan keberhasilan. Sekolah masuk sore maka paginya dialui dengan mencangkul, mencari rumput sebagai aktivitas paginya. Sore sekolah sebagai aktivitas sebagaimana layaknya seorang pelajar. Hari berganti hari bualan berganti bulan tahun berganti tahun seolah dalam penantian yang panjang. Tahun 1986 datang juga setelah jerih payah dalam menempuh ujian Nasiolnal tahun SMA PGRI 4 Semarang dan mendapatkan prestasi masuk perguruan tinggi tanpa tes. Pada masa itu masuk perguruan tingga tanpes atau Penelusuran Minat Dan Bakat (PMDK) menjadi tren sendiri dikalangan para siswa SMA PGRI 4 Semarang. Rasa bahagia pun dating sejenak singgah sementara sebelum menjalani karantina oleh pihak IKIP Semarang.
Menjadi Mahasiswa tahun 1986 sampai dengan 1989 di IKIP Semarang tiga dijalani seperta dalam waktu yang lama. Menjalalni hidup sebagai mahasiswa yang berusaha bekerja untuk bisa membiayai kuliyahnya. Alhamdulillah akhirnya tiga tahun selesai juga dan bisa berpartispasi aktif ikut organisasi kemasyarakatan di bidang keagamaan, di kampus wakil komisaris tingkat atau komting
Tahun 990 pada bulan Januari mendapatkan SK pertama CPNS ditempatkan di SMA Negeri banjarmasin. Pada tahun 1996 mendapatkan kesempatan menjadi instruktur IMTAQ dikirim ke Bogor di hotel Cipayung sebagi kenangan yang tak terlupakan. Kenapa? Itulah sejarah anak kampong anak desa pertama kalinya naik peswat garuda dari Syamsudin NOOR ke Soekarno Hatta. Untuk mendapatkan pembekalan bagaiman semua ilmu dunia ini terkait dengan kekuasaan Allah SWT.
Tahun 1997 pindah ke SMA Negeri 8 Banjarmasin mendekati rumah. Pada tahun 1997 selesaikan pendidikan S1 di Universitas Terbuka memperoleh gelar SPd. Hidup diperantauan jauh dari sanak kelurga menjadikan hsrat untuk kembali ke kampong halaman. Kesempatan diperolah pada tahun 2002 mutasi dari kota Banjarmasin menuju kota Semarang. Dengan dibantu oleh kelurga di Semarang Alhamdulillah ditempatkan di SMA Negeri 10 semarang.
Tahun 2007 mendapat kesempatan beasiswa S2 magister komputer di Universitas Dian Nuswantoro Semarang pendidikan S2 dijalani selama 24 bulan atau 2 tahun sehingga lulus pada tahun 2010
Pada tahun itu juga beri kesempatan wakil kepala sekolah bidang kurikulum di SMA Negeri 10 semarang setelah melaui pemilihihan yang ketat. Pemilihan wakil kepala sekolah layaknya pemilihan kepala daerah sehingga terjadi beberapa kelompok guru yang masing masing punya calon. Atas kehendak Allah pada tahun 2007 terpilih mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum. Tugas sebagai Waka Kurikulum dijalani selama periode tahun 2011-2016.
Pada tahun 2011 mendapat kesempatan mengajar di Udinus fakultas ilmu komputer samapi tahun 2016. Pada tahun 2016 juga diberi mandat menjadi ketua IGI Kota Semarang sampai sekarang
pada tahun 2021 mendapat mandat jadi ketua harian IGI Propinsi Jawa Tengah.
Pada tahun 2016 tepatnya 26 September mendapat amanah surat keputusan sebagai kepala sekolah SMA Negeri 8 Semarang sampai sekarang. sebagai Kepala sekolah punya kewajiban membenahi delapan standar pendidikan yang diikuti di SMA Negeri 8 Semarang. Dengan bantuan dan kerjasama serta semangat gotong royong para guru karyawan, komite sekolah masyarakat dan para siswa maka pada tahun 2017 SMA 8 Semarang mengikuti akreditasi ban SMA mendapat nilai 96 naik satu setrip dari tahun sebelumnya. Pada standar kelulusan mendapatkan anugerah meningkatnya jumlah siswa masuk ke perguruan tinggi negeri baik melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Tahun 2021 SMA Negeri 8 Semarang memberlakukan sekolah berbasis lingkungan sekolah yang mengintegrasikan lingkungan dari berbagai aspek baik mulai perencanaan pelaksanaan penilaian dan pelaporannya sehingga SMA Negeri 8 dipromosikan menjadi sekolah adiwiyata tingkat Jawa Tengah pada Tahun 2022
Pada tahun 2021 ikut membidani lahirnya Perkumpulan Teacherpreneur Indonesia Cerdas (PTIC) Perkumpulan ini diinspirasi belum tersentuhnya kompetensi interpreneur pada para guru. Kompetensi sosial guru belum optimal dilakukan dalam berbagai kegiatannya baik didalam kelas maupun di luar kelas. Lahirnya PTIC diharapkan sebagai organisasi dapat memperoleh jalan terbaik pengembangan dirinya. Kompensi Kewirausahaan patut di implementasi dengan berbagi kegiatan yang mendorong membimbing dan melaksakan wirausaha baik di saat mengajar maupun di masyarakat lingkungan