Pendidikan Vokasi Itu Penting, Mengapa?

Mengapa pendidikan vokasi begitu penting? Sebelum mengetahui urgensinya, akan lebih baik jika kita mengetahui kelebihan dari pendidikan vokasi terlebih dahulu, di antaranya sebagai berikut :

1.Belajar Langsung dari Praktik Kerja

Sekolah vokasi lebih berorientasi pada praktik ketimbang teori. Mahasiswa  dapat mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan DUDI (dunia kerja dan dunia industri) secara spesifik. Bukan hanya itu, adanya praktik kerja juga dapat memberikan keuntungan lain, yaitu memperoleh pengalaman bekerja dalam jangka waktu yang lebih cepat sehingga membantu meningkatkan karir.

Selain itu sekolah vokasi juga dapat meningkatkan soft skill maupun hard skill. Mahasiswa bisa bertanya secara langsung kepada dosen pembimbing ataupun mentor saat kegiatan Prakerin (Praktik Kerja Industri).

2.Punya Banyak Pilihan Sekolah

Berbeda dengan kuliah reguler, ada lebih banyak pilihan sekolah yang membuka pendidikan vokasi. Terdapat banyak universitas yang membuka program vokasi dengan berbagai jenjang diploma yang bisa dipilih. Selain universitas, ada pula institusi tertentu yang juga membuka sekolah vokasi.

Dengan Banyak Program Studi yang Beragam. Dengan kata lain, jurusan yang tersedia bermacam-macam dan spesifik.

Berbagai jurusan yang tersedia tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan begitu, ilmu yang diajarkan bisa diterapkan di dunia kerja nantinya.

Mahasiswa bebas memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat serta mendalami dan fokus pada bidang pilihan itu saja, serta mendapatkan pembelajaran yang lebih efektif. 

3.Aplikasi Teori di Dunia Kerja Lebih Mudah

Mempelajari teori memang penting, akan tetapi yang tak kalah penting adalah bagaimana menerapkan teori tersebut di dunia kerja/lapangan. Dengan komposisi kurikulum di sekolah vokasi, mahasiswa jadi dimudahkan dalam menerapkan teori di dunia kerja.

4.Peluang Kerja Terbuka Luas

Kesempatan kerja untuk lulusan vokasi terbilang lebih luas. Sarjana terapan atau diploma memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lebih cepat mengingat program studi yang diambil lebih spesifik dan cocok dengan kebutuhan industri/perusahaan.

Tidak hanya jurusannya yang spesifik, umumnya universitas atau instansi penyelenggara pendidikan vokasi juga sudah bekerjasama dengan banyak perusahaan yang menerima tenaga kerja. Lulusan yang dihasilkan vokasi juga dirancang menjadi bibit unggul sesuai dengan SDM yang dibutuhkan DUDI.

Pendidikan vokasi merupakan perguruan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Tujuannya untuk menyiapkan SDM dengan kemampuan dan keterampilan di bidang yang ingin dikuasai supaya nantinya bisa siap kerja dan dapat bersaing secara global. Program pendidikannya meliputi Diploma: D1/Ahli Pratama, D2/Ahli Muda, D3/Ahli Madya dan D4/Sarjana Terapan yang adalah setara dengan program pendidikan akademik strata 1.

Pendidikan vokasi menjadi jalan mudah bagi para generasi muda yang ingin mendapatkan skill yang mumpuni karena kurikulumnya memang dirancang untuk meningkatkan kemampuan di suatu bidang tertentu. Jika pada pendidikan akademik menekankan ilmu pengetahuan, sekolah vokasi menekankan pembelajaran yang terstruktur dan keahlian yang lebih driven atau terarah. 

Menurut data Kemenristekdikti, pendidikan vokasional di Indonesia terdiri dari 1.365 lembaga pendidikan, di antaranya 1.103 akademi kejuruan dan 262 politeknik. Pendidikan vokasi di Indonesia hanya 16 persen dari seluruh institusi pendidikan yang ada di tanah air. Hal ini jauh berbeda dibandingkan dengan negara China/ Tiongkok, dimana 56 persen perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi. 

Pada intinya, sekolah vokasi diarahkan untuk mencetak lulusan yang siap bekerja sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. Oleh sebab itu sekitar 70 persen dari isi program pembelajaran merupakan praktik di industri.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika sekolah vokasi banyak dicari lulusan siswa sekolah menengah yang ingin meneruskan studi, apalagi sekolah vokasi menawarkan banyak kesempatan yang luas bagi para lulusannya.