Part 4 "Kerangka Pembangunan Gerakan Teacherpreneur Indonesia"

Part 4 "Kerangka Pembangunan Gerakan Teacherpreneur Indonesia"

Part 4 Kerangka Pembangunan Gerakan Teacherpreneur Indonesia

Bagaimana solusi memecah kebuntuan dari gambaran yang telah diberikan oleh pohon beringin diatas, agar organisasi ini benar menjadi sebagai tempat banyak orang yang mersakan teduh dibawahnya.

Sudahkah kita lebih banyak mendengar dan lebih banyak melihat dan mengamati situasi dikeliling kita, karena hanya dengan begitulah kita akan lebih banyak mengerti.

Lebih banyak mendengar keluhan, keresahan dan hal – hal yang menganggu murid kita, orang – orang disekitar kita dan bahkan mendengar langsung keluhan, keresahan dan hal yang menganggu diri kita sendiri.

Banyak mendengar dan melihat lingkungan kita dan diri sendiri akan membuat kita lebih mengerti dan melihat jelas gambaran tentang diri sendiri, keluarga dan orang lain sehingga dengan begitu kita akan mengerti.

Mengerti untuk memulai dari mana gerakan teacherpreneur ini dilakukan, mengerti tentang semua masalah, hambatan, tantangan dan bahkan peluang yang ada disekitar kita. Dan dengan menegerti tersebut kita tau harus memulai satu langkang kecil nya dari mana, bagaimana dan kita yakin itulah solusi yang terbaik yang bisa dilakukan saat ini

Jadi tetaplah perbanyak:

  1. Melihat
  2. Mendengar
  3. Mengerti

Contohnya begini “ saat melihat siswa kita atau anggota tidak memiliki kerjasama” apa akar masalahnya

  • Siswa tidak tahu tujuannya pergi kesekolah
  • Siswa tidak memiliki contoh yang baik tentang kerjasama di sekelilingnya
  • Merasa lebih baik saat bekerja sendirian
  • Bekerjasama dianggap menjadi penghalang
  • Tidak mendapatkan reward yang pantas saat bekerja sama (persaingan)
  • Dll

Atau ambil contoh kasus lainnya terhadap siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika. Bagaimana cara melihat, mendengar dan mengerti masalah sebenarnya yang siswa tersebut hadapi. Mungkin bisa dengan beberapa trik wawancara mendalam seperti ilustrasi kami di bawah ini:

Anda  : kenapa tidak menyukai matematika

(Pada tahap ini anda sudah melihat ada masalah)

Siswa : Karena membosankan

Anda: Mengapa membosankan (berusaha mendengar lebih banyak)

Siswa : Terlalu sulit dan saya selalu tidak bisa melakukan latihannya

Anda : Mengapa terasa sulit (ingin mendengar lebih banyak)

Siswa : Saya selalu tidak percaya diri saat berada di kelas

Anda terus menggali dan mendengar lebih banyak

Bersambung Ke Part 5..

Penulis

Dodi Iswanto

Sekjend PTIC