Membangun Visi Penjaminan Mutu Kolektif Melalui Gerakan Teacherpreneur Indonesia Dengan Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia

Membangun Visi Penjaminan Mutu Kolektif Melalui Gerakan Teacherpreneur Indonesia Dengan  Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia

Membangun Visi Penjaminan Mutu Kolektif

Melalui Gerakan Teacherpreneur Indonesia Dengan

Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia

Program dan Kegiatan PEMERINTAH akan selalu yang menghasilkan output yang SMART (Spesifik, Terukur, dapat dicapai, masuk akal dan ada target waktunya). Yang menjadi target dan tujuan adalah Peningkatan 8 Standar Nasional Pendidikan di Indonesia.

Standar Nasional Pendidikan tersebut telah ditetapkan dan tertuang dalam PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan yang disempurnakan dan diubah dua kali yaitu melalui PP 32 Tahun 2013 Tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar

Nasional pendidikan, serta disempurnakan kembali melalui PP 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua PP 19 tentang standar Nasional pendidikan.

Kemudian Pemerintah mengatur penjelasan lebih rinci mengenai PP 19 Tahun 2005 tersebut dengan menerbitkan Permendikbud yang menjelaskan 8 Standar Nasional Pendidikan Tersebut lebih rinci.

Apa hubungannya gerakan moral teacherpreneur dengan peningkatan mutu yang dicanangkan pemerintah?

Tentu berhubungan karena tujuan kita selain memakmurkan guru sejahtera dan bermartabat kita juga ingin terlibat dan ambil bagian memajukan pendidikan Indonesia.

Tentunya dengan aturan main dan prinsip – prinsip kita bersama yang harus kita pegang.

Menurut Kami prinsip – prinsip Peningkatan Mutu Pendidikan yang minimal harus ada adalah sebagai berikut:

  1. Berpusat Pada Peserta Didik dan LINGKUNGAN
  2. Beragam dan Terpadu
  3. Tanggap terhadap Iptek dan Seni
  4. Relevan dengan Kehidupan
  5. Menyeluruh dan Berkesinambungan
  6. Belajar Sepanjang Hayat
  7. Kepentingan Nasional dan Daerah
  8. Mandiri
  9. Partisipasi Publik
  10. Guru dan tenaga kependidikan Indonesia sejahtera merata

Berdasarkan pengalaman kita bersama dalam salah satu organisasi PTIC ada beberapa alternatif langkah yang bisa kita lakukan.

Kalau kita baca dan print peraturannya akan sangat banyak dan sedikit sulit menterjemahkan. Tetapi untuk mengoperasionalkannya dengan mengacu ke prinsip – prinsip tadi bukan lah hal yang sulit.

  1. Standar Kompetensi Lulusan

Untuk meningkatkan standar kompetensi lulusan memang salah satu indikator yang paling sering digunakan oleh kementrian adalah Hasil UN yang lama, terbaru adalah AKM, Survey Karakter dan Lingkungan Belajar tergambar dalam bentu Raport Pendidikan. Tapi ada beberapa hal yang harus kita sepakati bersama.

Kita meningkatkan hasil UN/ AKM terlebih dahulu, atau memberikan pemahaman yang baik kepada kepala sekolah secara khusus dalam mendesain capaian yang harus dicapai oleh peserta didik. Dalam hal ini analisis lingkungan sekolah dan pilihan keunikan serta target kekhasan sekolah menjadi penting. Karena ini akan dituangkan dalam Visi dan Misi Sekolah.

Ada beberapa target yang menurut saya wajib kita capai:

  1. Membantu sekolah untuk bermimpi dalam menentukan Visi masa depan sekolah

Untuk membuka wawasan para pemangku kebijakan seperti kepala sekolah dapat dilakukan melalui workshop, IHT, Bimtek atau Studi banding bahkan menghadirkan kepala sekolah di pameran pendidikan internasional seperti yang dilaksanakan oleh GESS (Global Educational Supplies ad Solutions) bisa menjadi pilihan.

Atau bahkan kalau kita punya dana atau ada sponsor kita bisa bawa kepala sekolah kita ke sesama anggota SEAMEOLEC.

  1. Menyusun Program dan kegiatan dalam meningkatkan SKL ini disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing – masing.

Setelah sekolah tahu dengan pasti mimpinya (Tujuan Sekolah) melalui capaian peserta didik kita mengembangkan program fasilitasi harus berdasarkan kesamaan Visi sekolah masing – masing. Sekolah harus kita data misalnya: yang sama – sama tertarik dalam pengembangan robotic kita kelompokkan menjadi satu, yang tertarik dalam olah raga kita kelompokkan menjadi satu dan begitu seterusnya.

  1. Super camp untuk meningkatkan karakter siswa

ini sangat baik dan saya rasa cocok untuk semua sekolah dan bisa dikembangkan berdasarkan kearifan local dan kita coba mempertemukan mereka semua paling minimal dalam dunia maya.

  1. Membuat Gerakan dengan Siswa Menjadi Target dan Sasaran

Program hanya akan menghasilkan kegiatan lalu akan terhenti pengembangan akan terhenti jika kegiatannya selesai dan anggarannya habis. Tapi, gerakan akan menghasilkan gelombang, kebiasaan, perilaku orang untuk bergerak dan bahkan bisa menjadi budaya.

Ada beberapa gerakan yang cocok untuk kita kembangkan seperti

  1. Gerakan membaca 15 menit sebelum pelajaran
  2. Gerakan literasi siswa (Menulis buku bagi siswa)
  3. Gerakan Membaca 100 buku dalam 3 bulan (sertifikat tanda tangan bupati) bagi yang berhasil
  4. Gerakan membuat pojok baca disetiap sekolah
  5. Gerakan yang dapat memfasilitasi siswa dalam unjuk kreatifitas, dalam seni, olahraga maupun dalam hal akademik. Seperti mimbar akademik di perguruan tinggi, yang mana orang bebas bicara apa saja dengan penuh tanggung jawab.
  6. Gerakan alumni back to school
  1.  Standar Isi

Untuk meningkatkan standar isi yang dibutuhkan adalah:

  1. Fasilitasi pengembangan perangkat pembelajaran
  2. Memperkuat supervisi dan pengawasan.

Titik kunci keberhasilan standar isi ini menurut saya adalah administrasi yang rapi dan baik. Dengan melibatkan partisipasi yang luas dalam pengawasan menjadi supervise dan pengawasan menjadi efektif dan efisien. Bahkan kalau perlu melibatkan komite sekolah.

  1. Memperkuat domain (hosting) web sekolah

Semua perangkat pembelajaran di digitalisasi dan di simpan didalam awan (Cloud) agar mudah dicari dan diakses banyak pihak. Dan dapat secara real time menampilkan karya inovasi guru dalam pengembangkan perangkat pembelajaran.

  1. Mengembangkan bahan ajar Nirguru yang Baru, Aman dan Menantang serta membuat anak mandiri dalam belajar dan mengurangi interaksi fisik secara langsung antara siswa dan guru
  2. Bahan ajar yang di kembangkan menjadi Sekolah, Rumah dan lingkungan menjadi sumber belajar, komunitas belajar, kelompok belajar dan metor atau guru dalam pembelajaran.
  1.  Standar Proses

     Untuk meningkatkan standar proses yang dibutuhkan adalah:

  1. Membuat ruang kelas Menyenangkan

Cara nya guru harus terlatih menggunakan metode dan model pembelajaran yang tepat, sumber belajar yang bervariasi,  media pembelajaran yang menarik. Kita dapat melakukan pelatihan – pelatihan yang sifat nya teknis di PTIC. Seperti pelatihan membuat animasi pembelajaran, pelatihan membuat video materi belajar, pelatihan mencari sumber belajar. Dan pelatihan – pelatihan lainnya yang sifatnya teknis yang dapat menciptakan ruang kelas yang menyenangkan.

  1. Paperless dan Borderless School

Dalam proses pembelajaran harus ada interaksi antar guru dan kelas – kelas menggunakan teknologi kekinian. Seperti penggunaan tablet dalam pembelajaran dan menggunakan kelas maya (seperti webex atau skype).

Penggunaan Learning manajemen System (LMS) menjadi keharusan untuk membantu proses pembelajaran. PTIC harus berperan mengenalkan dan membuat sekolah terbiasa menggunakannya.

Jika pola kemitraan kita sudah terwujud kita bisa mendapatkan support dana untuk pengembangan sekolah yang tanpa menggunakan kertas ini (Paperless) dan tanpa batas ini (Borderless).

Bahkan setiap jam pelajaran interaksi antar kelas dari sekolah yang berbeda bisa dengan mudah diwujudkan dan di ibaratkan dengan mendatangkan guru tamu di kelas guru tersebut.

  1. Menjadikan Rumah sebagai salah satu pusat belajar dengan cara mengembangkan bahan ajar yang nirguru
  2. Membiasakan siswa dalam pembelajaran Projek Based Learning, mandiri aktif dan tanpa paksaan
  1. Standar Penilaian

Kata kunci keberhasilan dari meningkatkan standar penilaian adalah bagaimana penilaian tersebut  menggambarkan hasil capaian belajar siswa dan penilaian itu sendiri membuat siswa untuk belajar. Untuk meningkatkan standar penilaian ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Penggunaan Teknologi

Prinsip dari penilaian menurut saya terintegrasi dengan pembelajaran dan dapat diakses oleh siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan kapan saja dan di mana saja. Banyak developer besar maupun kecil yang sudah mengembagkan aplikasi penilaian ini, ada yang gratis dan ada yang bebayar. PTIC harus memfasilitasi sekolah dalam hal ini.

Penggunaan teknologi dalam penilaian secara otomatis akan membuat penilaian itu menjadi (1) sahih, (2) objektif, (3) adil, (4) terbuka, (5) holistik, (6) akuntabel. Ke 6 poin ini merupakan poin yang paling tinggi dalam meningkatkan Standar Penilaian.

  1. Pelatihan Teknik Penilaian Kelas (Classroom Asessmen Techiques)

Ini menjadi penting karena untuk materi pokok dan jenjang yang berbeda harus menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan materi tersebut dan jenjang (Level kognisi) siswa tersebut dan beragam.

Saya bisa jamin penilaian yang dilakukan oleh guru – guru kita masih jadul dan tidak kekinian.

  1. Pelatihan analisis butir soal menggunakan teori respon butir

Ini boleh kita kembangkan dengan target dan sasaran sekolah dengan level yang sudah baik dan para pemangku kebijakan.

  1. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kata kunci keberhasilan standar pendidik dan kependidikan menurut saya ada di Kompetensi dan Kualifikasi. Kedua hal ini harus saling mendukung dan terpenuhi, karena apalah arti sebuah kualifikasi tanpa kompetensi dan kompetensi tidak akan mendapatkan pengakuan tanpa adanya kualifikasi. Kedua hal ini harus ditingkatkan berbarengan. Ada beberapa hal yang dapat PTIC Lakukan:
 

  1. Rekomendasi ke Pemda agar Rekrutmen GTK sesuai analisis kebutuhan dan peraturan yang berlaku untuk memenuhi syarat kualifikasi
  2. Memberi ruang Peningkatan kompetensi guru secara mandiri

Untuk memaksimalkan hasil proses pelatihan dan worshop yang diadakan oleh PTIC peningkatan komptensi harus didasarkan kepada kemauan pribadi bukan karena surat tugas atasan, untuk itu PTIC membuka ruang kesempatan yang sama yang adil dan bersaing bagi setiap guru untuk ikut berpartisipasi secara luas untuk menjadi peserta pelatihan maupun narasumber pelatihan dalam hal peningkatan kompetensi guru.

  1. Membuat Gerakan dengan Guru dan Tenaga Kepndidikan Sebagai Sasaran

Agar pengembangan kompetensi guru bisa mandiri dan berdasarkan keinginan pribadi maka perlu mengoperasionalkan konsep long life learning dalam bentuk gerakan – gerakan yang kecil – kecil, karena dari gerakan yang kecil ini akan menghasilkan gelombang yang besar seperti beberapa gerakan yang sudah jalan di tengah pendidik:

  1. Menemubaling
  2. Satu guru satu buku
  3. Satu minggu satu inovasi
  4. Satu guru satu kelas maya dan lain sebagainya

Gerakan tersebut gerakan yang dicetus dan dilaksankan oleh guru tersebut sebagai operator dan evaluator nya. Gerakan tersebut menjadi branding tersendiri bagi guru tersebut.

PTIC memiliki peran kontrol dan kalau perlu pemberian reward dan bantuan dalam hal moril maupun materil dan menyiapkan perangkat asesmen yang mendukung guru sehingga portofolio guru tersebut terekam dengan baik.

  1. Memfasilitasi guru – guru untuk saling berbagi ilmu dan tumbuh bersama dengan membangun kerjasama dengan komunitas – komunitas guru yang ada
  2. Pelatihan berbasis karya dan inovasi/produk

Setiap pelatihan fasilitasi peningkatan mutu yang dilakukan harus menghasilkan produk yang bisa digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas. Setelah guru tersebut menghasilkan karya/inovasi produk yang diperlukan barulah sertifikat diterbitkan/ diberikan oleh PTIC

  1. Mengembangkan SIM tendik Pelatihan PTIC

Hal ini perlu dilakukan agar setiap peserta pelatihan yang telah di tingkatkan mutu nya terdata base dan terpantau peningkatannya. Selain itu ini perlu dilakukan agar PTIC bisa menerapkan proses blended learning dan meminimalisir penggunaan kertas dan mengembagkan digital kelas serta kelas maya, karena memang penggunaan teknologi dalam pembelajaran merupakan perintah Presiden secara langsung.

Jika LMS PTIC sudah terbagun kita bisa satukan dengan LMS yang telah terbentuk di tingkat sekolah yang sudah terwujud sehingga pengembangan dan proses pembelajaran terpantau, murah, efektif dan efisien.

  1. Memperbanyak kanal pelatihan teknis

Pelatihan teknis yang saya maksud adalah keterampilan teknis yang diperlukan untuk mendukung guru dalam pelaksanaan tugasnya. Misalnya keterampilan dalam menyusun naskah soal yang berorientasi HOTS atau STEAM, Keterampilan guru dalam menggunakan Aplikasi pembelajaran terbaru, Keterampilan guru dalam menterjemahkan KI dan KD kedalam indikator dan menguraikan dalam materi pokok pembelajaran. Kanal pelatihan teknis ini bisa dipadukan dengan gerakan dan branding yang telah ditetapkan oleh setiap guru yang memiliki kecakapan teknis tertentu.

  1. Standar Sarana dan Prasarana

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan standar sara dan prasarana adalah:

  1. Sosialisasi program di bidang kelembagaan dan Sarana Prasarana

Dengan melakukan ini kita bisa mendapatkan gambaran awal yang lebih cepat mengenai jumlah paket bantuan yang akan dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk sekolah – sekolah yang ada. Dengan lobi yang tepat paket bantuan yang akan diterima oleh Kalimantan barat akan lebih maksimal.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah yang bertujuan memaksimalkan akses pemerintah daerah mendapatkan bantuan pemerintah pusat.

  1. Perkuat (valid dan reliabel) data sarana dan prasarana

Pada awal tahun PTIC sudah memiliki data sekolah yang layak yang akan mendapatkan bantuan renovasi, rehabilitasi, ruang kelas baru atau pembangunan unit sekolah baru.

  1. Memfasilitasi Sarasehan/ Pertemuan antara Pemerintah daerah, Dunia Usaha Dunia Industri, Sekolah dan Masyarakat

Dalam pertemuan ini langsung dilakukan penggalangan dana dan dibuatkan rencana tindak lanjutnya

Syaratnya harus diperkuat dengan data dan analisi kebutuhan yang tepat dan syarat administrasi yang dinginkan sudah terpenuhi.

  1. Memperluas dan mengintensifkan konsep Sharing sumber daya
  2. Mendesain Unit sekolah baru dengan desain yang lebih modern, tidak kaku seperti sekarang ini
  3. Memastikan semua lahan sekolah terlah bersertifikat atas nama dinas pendidikan, karena ini merupakan pintu gerbang masuk nya semua bantuan ke sekolah
  4. Memastikan setiap sekolah berada di posisi yang layak dan tepat, tidak bajir dan rawan bencana lainnya
  5. Memastikan sekolah berda tidak jauh dari pemukiman masyarakat

Dan lain sebagianya terlalu banyak untuk diuraikan

  1. Standar Pengelolaan

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Memperkuat dan mengembangkan Manajemen berbasis sekolah (MBS)
  2. Peningkatan 5 kompetensi kepala sekolah secara continue dan dievaluasi berkala
  3. Merekomendasikan kepada Dinas pendidikan untuk merekrut kepala sekolah dari guru yang berprestasi, kreatif dan semangat dalam melakukan pengembangan diri serta memiliki aspek norma yang baik.
  4. Memperkuat akuntabilitas sekolah dengan penerapan teknologi
  5. Pelatihan membagun Visi dan Misi Sekolah yang sesuai tuntuntan zaman di era edukasi 4.0 dan telah menuju era society 5.0.
  1. Standar Pembiayaan

    Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Memaksimalkan peran komite sekolah dan masyarakat sekitar dalam pembangunan dan pengembangan sekolah
  2. Mendorong pemerintah daerah Membuat NSPK yang bisa dijadikan  acuan bagi sekolah dalam menerima bantuan di luar bantuan pemerintah.

Oleh

Dodi Iswanto, S.Pd, M.Pd

Sekretaris Jendral PP PTIC