Kucoba Dulu
Menulis adalah bagian dari pekerjaanku atau aktivitasku..
Hanya biasanya jika mode nyaman maka menulis akan lancar, sebalik jika rasa tidak nyaman, maka pikiran jadi mumet dan ide tulisan pun kabur bahkan hank.
aku masih ingat dulu waktu masih sekolah di SMA, tulisan itu selalu mendarat di buku diaryku, bahkan tiap hari, selepas berkegiatan seharian maka waktu senggang maka tulisan aku tempelkan di diary harianku itu. sehingga seingatku dulu itu aku pasti habiskan satu buku catatan diary dalam sebulan, dan bula berikutnya beli lagi.
apalagi pas lagi kasmaran dengan pujaan hati waktu itu, mau saja berjam-jam di depan meja belajar untuk menulis kenangan itu.
sempat dulu itu terbersit mau kujadikan novel saja catatan diaryku itu, cuma niat itu tak kesampaian pas, waktu pindahan rumahan dan pas rapi-rapi barang yang tak kepakai lagi dibuang, termasuk buku-buku diaryku juga ikut terbuang saat itu, sayang sekali, padahal banyak kenangan dalam tulisan masa sekolah SMA ku. saat ini yang tersisa hanya kenangan dalam ingatan yang seiring dengan perjalanan umur banyak memori yang terlupakan.
aktivitas nulis masih tetap berlanjut juga saat aku kuliah di perguruan tinggi Islam tertua di Kalimantan di tahun 1995-2000. cuma tidak seperti saat SMA lagi, karena pada saat kuliah aku sudah mulai terbagi konsentrasi, antara kuliah dan kerja, untuk memenuhi tuntutan perut, karena seingatku aku kuliah saat itu bermodal nekat, karena kondisi ekonomi keluarga yang bisa jadi disebut masih sangat minim. Jadi yang kutulis di cuku catatan harianku hanya hal-hal penting dan berkaitan dengan kegiatan perkuliahan saja, lainnya justru hanya direkam di otak saja.
waktu kuliah strata satu sebenarnya sudah sempat berpikir bagaimana agar bisa menulis buku. cuman saat itu untuk membuat buku masih agak sulit, karena aku belum punya sarana pendukung, belum bisa beli komputer apalagi laptop. padahal dulu aku waktu di SMA sempat mau ikut kegiatan ekstra keterampilan komputer, karena saat itu kemampuan penguasaan komputer masih dianggap sangat langka, dan aku tertarik itu, tetapi apa mau dikata saat tes masuknya aku tidak lulus. Kemudian, pilihan lainnya keterampilan yang kuikuti justru tata busana, syukur juga sampai di penghujung kegiatan keterampilan tata busana aku bisa bikin dan jahit baju, sebagai tugas akhirnya.
Keterampilan tata busana yang aku ambil ternyata tidak membekas dijiwaku, buktinya saat kuliah aku pernah ditawarin untuk ikut menjahit di sebuah taylor ternama tetapi aku tidak tertarik, akhirnya skillku di tata busana akhirnya tidak tersalurkan. sebaliknya keterampilan yang kupilih pertama dan aku tidak lulus yaitu keterampilan komputer, yang terus aku kejar secara mandiri saat kuliah. pada saat semester 3 aku kuliah, ternyata aku dapat beasiswa, dan perkumpulan penerima beasiswa tersebut menyelenggarakan kegiatan kursus komputer, kesempatan itu aku ambil dan tidak kusia-siakan, selama 3 bulan aku ikut kursus komputer dan akhirnya lulus.
skill kemampuan mengoperasikan menulis dengan komputer saat aku kuliah, semakin tersalurkan saat aku paksakan untuk membeli seperangkat komputer plus printernya saat itu dan aku menerima pengetikan makalah, laporan bahkan skripsi dari teman-teman kuliah. sehingga aku bisa mengisi perutku dari bisnis kecilku itu.
Semoga pengalaman kecilku ini jadi inspirasi..