Apa Sih Pendidikan Vokasi Itu?

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan seringkali menyinggung tentang pentingnya sekolah vokasi bagi Indonesia yang sama pentingnya dengan infrastruktur. Dunia kini sudah berubah, jika kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak dipersiapkan dengan baik, Indonesia akan tertinggal dalam perubahan dunia tersebut. 

Beliau menambahkan, perubahan yang terjadi sangatlah cepat, dari internet beralih ke mobile internet, lalu dari mobile bergeser ke artificial intelligence, robotics, tesla hyperloop. Itulah sebabnya, sekolah semacam politeknik dan vokasi, sangat diperlukan jika kualitas SDM di Indonesia tidak ingin tertinggal dari negara lain.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan pendidikan vokasi itu?

Bukit (2014) menjelaskan bahwa pendidikan vokasi/kejuruan merupakan pendidikan yang lebih berorientasi pada praktik ketimbang akademik serta menggambarkan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja. Berbeda dengan sekolah umum yang berfokus pada kemampuan akademik secara general, pendidikan vokasi berorientasi langsung pada berbagai keterampilan bekerja sebagai pengembangan kompetensi peserta didiknya.

Pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan model pendidikan yang menitik beratkan pada keterampilan individu, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat di dunia usaha/industri yang bermitra dengan masyarakat usaha dan industri dalam kontrak dengan lembaga-lembaga asosiasi profesi serta berbasis produktif (Sudira, 2012).

menurut Pavlova dalam Sukoco (2019) tradisi dari pendidikan vokasi ialah menyiapkan peserta didik untuk bekerja, sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan vokasi adalah pendidikan yang menyiapkan terbentuknya keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh segenap masyarakat dunia usaha/industri diawasi oleh masyarakat dan pemerintah, atau dalam sebuah kontrak dengan lembaga serta berbasis produktif.

Oleh karena itu, pendidikan vokasi merupakan jenjang pendidikan yang selalu dinamis dalam melakukan perubahan kurikulum pendidikan sesuai dengan pertumbuhan pasar kerja dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini berarti pendidikan vokasi akan selalu mengalami pergeseran paradigma.

Tujuan pendidikan menjadi salah satu perbedaan dari pendidikan vokasi dan sarjana. Pendidikan vokasi mempersiapkan mahasiswa untuk dapat bekerja. Perkuliahan yang dijalankan juga banyak menggunakan sistem praktik, sementara mahasiswa sarjana akan difasilitasi untuk mengembangkan pengetahuan dan mengedepankan penerapan dari disiplin ilmu. Praktik kerja biasanya dilakukan melalui kegiatan magang menjelang semester akhir.

Pendidikan vokasi terdiri dari empat jenjang pendidikan. Biasanya lebih dikenal sebagai jenjang D1, D2, dan seterusnya. 

1.Program Vokasi D1

Diploma 1 (D1) memiliki masa studi satu tahun atau dua semester dengan beban 32 SKS. Alumni pendidikan vokasi D1 bergelar Ahli Pratama (A.P.), misalnya Ahli Pratama Pelayaran (A.P.Pel.), Ahli Pratama Komputer (A.P.Kom.), atau Ahli Pratama Pariwisata (A.P.Par.).

2.Program Vokasi D2

Diploma 2 (D2) memiliki masa studi dua tahun atau empat semester dengan beban 64 SKS. Alumni pendidikan vokasi D2 bergelar Ahli Muda (A.Ma.), misalnya Ahli Muda Pelayaran (A.Ma.Pel.), Ahli Muda Pendidikan (A.Ma.Pd.), Ahli Muda Perpustakaan (A.Ma.Pust.), Ahli Muda Pengujian Kendaraan Bermotor (A.Ma.P.K.B.), dan lain-lain.

3.Program Vokasi D3

Diploma 3 (D3) memiliki masa studi tiga tahun atau enam semester dengan beban 112 SKS. Alumni pendidikan vokasi D3 bergelar Ahli Madya (A.Md.), misalnya Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Akun.), Ahli Madya Asuransi dan Aktuaria (A.Md.A.A.), Ahli Madya Analisis Kesehatan (A.Md.A.K.), Ahli Madya Pelayaran (A.Md.Pel.), dan lain sebagainya.

4.Program Vokasi D4

Diploma 4 (D4) memiliki masa studi empat tahun atau delapan semester dengan beban 144 SKS. Alumni pendidikan vokasi D4 bergelar Sarjana Terapan (S.Ter.), misalnya Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) atau Sarjana Terapan Matematika dan Ilmu Alam (S.Tr.Si).