Profil Bagus Dibyo Sumantri.

 

Sahabat PTIC yang terkasih, perkenalkan nama saya Bagus Dibyo Sumantri tinggal di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan dan  memiliki keluarga kecil yang kesehariannya seru dan rame bersama ketiga anak  kami yang cantik-cantik. Yaa,. Wajar saja mereka cantik semua, karena mamanya juga cantik. Saya suka kecantikan, mungkin itu alasan Tuhan memberikan kepada saya setiap hari melihat kecantikan dan saya beryukur atas karunia Tuhan.  

Ada spirit dalam hidup yang saya anut, yaitu Passion is Energy!!. Akan menjadi energy dalam diri kita jika apa yang dilakukannya sesuai dengan passion kita.

Yang dirasakan dalam hidup saya di dunia kerja tidak monoton, penuh dengan kedinamisan. Memulai di dunia kerja di tahun 2005 saya saat itu tercatat sebagai Tenaga Honorer di Pemerintah Kabupaten Maros pada instansi Badan Data dan Informasi. Instansi tersebut saat ini sudah tidak ada lagi, sudah dilebur atau berganti nama. Belajar, menikmati dan merasakan sebagai Tenaga Honorer selama kurang lebih 2 tahunan.

Kemudian masuk di satuan pendidikan SMK Widya Nusantara dan aktif di dunia LSM. Hidup mengalir, berproses dan terus belajar dari alam sekitar sampai pada saatnya di Tahun 2014 menjadi Kepala Sekolah di SMK Widya Nusantara sampai 2018. Diluar itu  menjalani kegiatan dengan beberapa organisasi juga antara lain Ketua Ikatan Guru Indonesia Maros selanjutnya berpindah menjadi Wakil Ketua IGI Wilayah Sulawesi Selatan, Ketua Perkumpulan KerLiP Maros dan Koord Indonesia Timur KerLiP, Ketua IWITA Sulawesi Selatan dan menjadi penggagas komunitas Rumah Jokowi Sulsel.

Tuhan memberikan kesempatan indah pada saya, dengan banyak dilibatkan kegiatan-kegiatan baik  tingkat daerah maupun kementerian. Terlibat dalam Fasilitator Nasional Penguatan Pendidikan Karakter dari Kemendikbud, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak dr KPPPA serta apresiasi yang diberikan KPPPA menjadi semangat tersendiri. Membawa IGI Maros dan KerLiP mendapatkan penghargaan KPPPA, SMK Widya Nusantara sebagai penerima penghargaan Sekolah Ramah Anak tingkat Nasional, Fasilitator SRA inspiratif dal lain sebagainya.

Sekali lagi “Passion Is Energy!!.

Ada undangan hati yang begitu kuat untuk terlibat pada saat terjadi bencana di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, Donggala dan Parigi) dan akan menjadi pelajaran istimewa dalam hidup saya. Menggerakkan sekitar 200an relawan dari berbagai daerah yang diberangkatkan dari Makassar menggunakan pesawat Hercules, kurang lebih 4 bulan berada di Palu dengan berbagai tantangan lainnya. Bekerjasama dengan Kementerian Agama mendirikan kelas-kelas darurat untuk satuan pendidikan dibawah naungan Kemenag.

Saya percaya bahwa manusia itu berproses.

Bersama KerLiP mendapat kesempatan terlibat dengan anak-anak didik di LPKA Maros. LPKA adalah Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Anak-anak yang ada di LPKA sedang belajar arti tanggung jawab dan konsekwensi dari tindakan yang mereka lakukan dengan berujung vonis.

Saya percaya manusia itu berproses, harapannya prosesnya mengarah pada yang lebih baik. Sama seperti anak-anak di LPKA, mereka masih belia, masih punya jangkauan masa depan. Saya sering keluar masuk ‘penjara” waktu itu dan disitulah tempat yang justru menjadikan salah satu pencapaian hidup saya tercapai. Bekerjasama dengan pihak LPKA Maros, untuk sesaat mengajak anak-anak binaan dari dalam bis melihat kota Makassar dan menikmati  pantai Losari. Pernah juga mengajak mereka tampil tampil pada puncak Hari Anak Nasional di Makassar yang ditonton kurang lebih 5000an anak di depan meteri dan gubernur Sulsel. Dan saya betul-betul merasakan emosional saat itu, inilah yang mungkin disebut adanya kepuasan bathin.

Karena siapapun anak, mereka adalah anak kita. Generasi mendatang.

Tuhan sudah menugaskan peran kita di dunia ini. Tetapi apakah kita sadar tugas apa yang Tuhan berikan untuk kita??